PORTAL7.CO.ID - Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah mendominasi jagat sepak bola sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi klub Eropa sepanjang era modern, khususnya Liga Champions. Meskipun jumlah total gol mereka sangat fantastis, statistik rasio gol per pertandingan mereka ternyata tidak berada di puncak daftar.
Ronaldo tercatat mengoleksi 140 gol dari 183 penampilan, menghasilkan rata-rata 0,77 gol per laga. Sementara itu, Messi membukukan 129 gol dalam 163 pertandingan, dengan rata-rata 0,79 gol per laga.
Angka produktivitas kedua ikon tersebut disamakan dengan duet penyerang kelas dunia lainnya, yaitu Robert Lewandowski dan Ruud van Nistelrooy, seperti dilansir dari Bola. Namun, data menunjukkan ada empat nama yang mampu melampaui rasio gol kedua legenda tersebut, asalkan telah mencetak minimal 25 gol di kompetisi Eropa.
Erling Haaland menjadi satu-satunya pemain yang masih aktif dan berhasil menempatkan dirinya di atas rata-rata gol Messi dan Ronaldo. Striker Manchester City ini menunjukkan efektivitas luar biasa dengan 57 gol dari 58 penampilan, atau rata-rata 0,98 gol per pertandingan.
Haaland mulai menunjukkan ketajamannya di kancah Eropa sejak usia 19 tahun saat memperkuat Red Bull Salzburg, di mana ia langsung mencetak hat-trick pada laga debutnya di kompetisi antar klub Eropa. Setelah pindah ke Borussia Dortmund, ia mempertahankan catatan produktivitas di atas satu gol per laga, mencetak 15 gol dalam 13 penampilan.
Meskipun sedikit menurun setelah bergabung dengan Manchester City, kontribusinya tetap signifikan dengan 34 gol dari 39 penampilan di Liga Champions. Haaland bahkan menjadi kunci saat City meraih treble di musim perdananya, membukukan 12 gol dari 11 pertandingan Liga Champions.
Gerd Muller, yang dijuluki "Der Bomber", merupakan salah satu legenda dengan rasio gol yang sangat fenomenal bersama Bayern Munchen antara tahun 1969 hingga 1977. Muller mencatatkan 35 gol dalam 34 pertandingan, menghasilkan rasio 0,97 gol per laga.
Puncak performa Muller terlihat ketika ia memenangkan Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa bersama Jerman Barat, sekaligus meraih tiga gelar Piala Eropa beruntun bersama Bayern antara tahun 1972 dan 1975. Ia juga dianugerahi Ballon d'Or pada tahun 1970.
Ferenc Puskas menunjukkan efektivitasnya dengan rasio 0,88 gol per pertandingan, membukukan 36 gol dalam 41 penampilan di kompetisi Eropa. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada final Piala Champions 1970, di mana Real Madrid menang 7-3 atas Eintracht Frankfurt.