BOGOR - Sabtu malam, 24 Januari 2026, langit Pakansari tampak cerah meski udara terasa lembap. Masjid Nurul Wathon, yang berdiri megah di tengah kawasan, menjadi pusat perhatian ribuan warga Bogor. Jamaah datang berbondong-bondong, sebagian membawa anak kecil, sebagian lagi bersama keluarga besar. Mereka menanti tausiyah dari Ustadz Abdul Somad (UAS), ulama yang selalu dinanti kehadirannya.

Namun, malam itu bukan hanya tentang ceramah. Ada momen kecil namun penuh makna: UAS bertemu kembali dengan sahabat lamanya, H. Ricky Kurniawan, Lc., Anggota DPRD Jawa Barat. Pertemuan itu terjadi di sela acara, sederhana tapi hangat. Senyum keduanya merekah, tangan saling berjabat erat, seolah jarak waktu tak pernah memisahkan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade) turut hadir, menyambut masyarakat dengan penuh semangat. “Januari tanggal 24 insya Allah diisi oleh Ustadz Abdul Somad,” ujar Rudy sebelumnya, dan janji itu kini terwujud nyata.

Di luar masjid, suasana tak kalah meriah. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan 11.000 porsi makanan gratis melalui 110 gerobak UMKM. Aroma bakso, siomay, nasi uduk, dan jajanan khas Bogor memenuhi udara. Bagi warga, ini bukan sekadar hidangan, melainkan simbol kepedulian pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan. “Kegiatan ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antar OPD,” kata Aspem Kesra Kabupaten Bogor.

Tausiyah UAS malam itu mengalir penuh hikmah, mengingatkan jamaah tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Namun, di balik podium, pertemuan dengan Ricky Kurniawan menjadi cerita lain yang tak kalah menarik. Dua sahabat lama yang kembali dipertemukan, di tengah ribuan jamaah, dalam nuansa religius dan kebersamaan.

Isra Mi’raj kali ini bukan hanya peringatan keagamaan. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi, ruang kebersamaan, dan ruang pemberdayaan. Bogor malam itu menjadi saksi bahwa iman, persatuan, dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan, bahkan dalam momen sederhana seperti pelukan hangat dua sahabat lama.*