Langit sore itu seakan ikut menangis, menumpahkan segala duka yang selama ini kusimpan rapat di balik senyum palsu. Aku menyadari bahwa setiap tetes hujan membawa kenangan tentang ambisi yang hancur berkeping-keping.

Kegagalan besar yang kuhadapi bukan sekadar akhir dari sebuah rencana, melainkan awal dari perjalanan batin yang panjang. Aku terpaksa menanggalkan ego remaja yang selama ini merasa paling tahu segalanya tentang dunia.

Di tengah kesunyian malam, aku belajar mendengarkan detak jantungku sendiri yang berbisik tentang ketabahan. Ternyata, menjadi dewasa bukan berarti memiliki semua jawaban, melainkan berani hidup dalam ketidakpastian.