PORTAL7.CO.ID - Ahmad Ali, Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memberikan klarifikasi penting terkait laporan hukum yang menyeret nama Jusuf Kalla di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan posisi partai tetap netral di tengah isu sensitif yang melibatkan salah satu kadernya.
"Saya ingatkan bahwa pelaporan tersebut bukan dilakukan oleh kader dalam kapasitasnya sebagai anggota PSI, karena kami tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan laporan terhadap Pak Jusuf Kalla," tutur Ahmad Ali.
Penegasan ini muncul karena Sahat Martin Philip Sinurat, yang menjabat Ketua Bidang Politik PSI, juga merupakan pemimpin organisasi keagamaan GAMKI. Ahmad Ali menjelaskan bahwa aksi hukum tersebut didasari oleh posisi Sahat di organisasi lain dan didukung oleh puluhan lembaga kemasyarakatan.
"Secara pribadi, mereka memiliki hak dan pertanggungjawaban melalui organisasi seperti GAMKI dan 20 lembaga lainnya yang berdiri di belakang mereka untuk melakukan pelaporan tersebut," ungkap Ahmad Ali.
Menariknya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sebenarnya telah memberikan arahan khusus kepada seluruh jajaran kader sebelum laporan tersebut resmi masuk ke kepolisian. Instruksi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nasional dan menghindari gesekan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
"Satu hari sebelum hari Senin, kami sudah mengadakan rapat bersama Ketua Umum untuk mengingatkan para kader agar tidak melakukan pelaporan, namun kami juga harus menghargai hak pribadi mereka dalam organisasi yang sudah ada sebelum PSI berdiri," kata Ahmad Ali.
Sebagai solusi praktis untuk mendinginkan suasana, Ahmad Ali berencana mengambil peran sebagai mediator antara pihak pelapor dan Jusuf Kalla. Komunikasi intensif telah dijalin pasca pelaporan resmi di Polda Metro Jaya guna mencari titik temu yang bijak bagi semua pihak.
"Pak Jusuf Kalla sudah menghubungi saya dan kami berencana mengadakan pertemuan mediasi dalam waktu dekat agar kesalahpahaman ini bisa diluruskan tanpa perlu diperpanjang oleh pihak-pihak tertentu," tegas Ahmad Ali.
Hubungan emosional Ahmad Ali dengan Jusuf Kalla tergolong sangat kuat karena keduanya aktif dalam kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ali merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan antarlembaga dan marwah tokoh bangsa.