PORTAL7.CO.ID - Komite Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait keabsahan gol kedua yang dicetak oleh tim Dewa United U-20. Keputusan ini dikeluarkan sebagai respons langsung terhadap polemik yang muncul di akhir pertandingan.
Keputusan ini menanggapi kontroversi besar yang sempat memicu ketegangan di lapangan saat laga Elite Pro Academy (EPA) tersebut mencapai fase krusial. Pertandingan yang dimaksud berlangsung di Stadion Citarum, Semarang.
Kontroversi utama berpusat pada gol kedua Dewa United U-20 yang memastikan kemenangan tipis 2-1 atas Bhayangkara FC U-20. Gol ini dicetak oleh pemain bernama Abu Thalib.
Pencetak gol kemenangan tersebut, Abu Thalib, menjadi sorotan utama karena adanya dugaan kuat bahwa ia berada dalam posisi offside saat proses gol tersebut terjadi. Dugaan pelanggaran ini memicu protes keras dari kubu lawan.
Ketegangan memuncak sesaat setelah wasit utama mengesahkan gol tersebut, yang kemudian berujung pada insiden kericuhan antar pemain dari kedua tim di area lapangan hijau. Insiden ini memerlukan penanganan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, Komite Wasit PSSI mengambil langkah tegas untuk memberikan kepastian hukum dan teknis atas keputusan yang telah diambil oleh perangkat pertandingan di lapangan. Langkah ini bertujuan meredam spekulasi yang berkembang pasca pertandingan.
"Komite Wasit PSSI secara resmi memberikan pernyataan mengenai keabsahan gol kedua yang dicetak oleh tim Dewa United U-20 dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC U-20," mengutip pernyataan resmi Komite Wasit PSSI.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa berdasarkan tinjauan yang dilakukan, keputusan wasit di lapangan mengenai pengesahan gol tetap dipertahankan oleh Komite Wasit PSSI. Hal ini disampaikan untuk mengakhiri perdebatan mengenai validitas gol kemenangan tersebut.
"Keputusan ini dikeluarkan sebagai respons atas kontroversi yang sempat menimbulkan ketegangan di akhir laga Elite Pro Academy (EPA) yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang," ujar salah satu perwakilan Komite Wasit PSSI.