PORTAL7.CO.ID - Kecamatan Larompong, yang terletak di Kabupaten Luwu, kini menjadi pusat perhatian setelah sukses menyelenggarakan sebuah inisiatif pendidikan keagamaan yang penting. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara dua lembaga penting di tingkat kecamatan.

Inisiatif tersebut terwujud dalam bentuk Festival Ramadhan Pelajar, sebuah agenda yang dirancang untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan bermakna. Kerjasama ini melibatkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Larompong dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat.

Tujuan utama dari festival yang diselenggarakan ini adalah untuk memeriahkan suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah. Lebih dari itu, kegiatan ini berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam kepada para peserta didik di wilayah tersebut.

Festival ini berlangsung selama lima hari penuh, menandai komitmen penyelenggara dalam pembentukan karakter generasi muda. Pelaksanaan acara dimulai sejak tanggal 2 Maret dan berakhir pada tanggal 6 Maret 2026.

Lokasi fisik yang dipilih sebagai pusat kegiatan festival ini adalah halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 227 Larompong. Pemilihan lokasi ini diharapkan memudahkan akses bagi para pelajar yang menjadi target utama acara.

Peserta yang diundang dalam festival ini mencakup pelajar dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama di Kecamatan Larompong. Mereka terdiri dari siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs).

Dilansir dari JABARONLINE.COM, festival ini secara spesifik diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan di kalangan pelajar. Ini menjadi wadah edukasi di luar kurikulum formal selama bulan puasa.

"Festival Ramadhan Pelajar ini merupakan upaya nyata kami untuk memeriahkan bulan suci sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda," ujar perwakilan penyelenggara, tanpa menyebutkan nama spesifik dalam berita sumber.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama antara PGRI sebagai organisasi profesi guru dan PHBI sebagai pelaksana kegiatan keagamaan di tingkat lokal. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi kecamatan lain di Luwu.