Pergerakan harga emas internasional kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan awal pekan, Senin (23/2/2026). Komoditas logam mulia ini terus merangkak naik di tengah bayang-bayang ketidakpastian kebijakan ekonomi global. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan tarif yang akan diambil oleh Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, harga emas kini bertengger di level US$ 5.158,6 per ons troi. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 0,99% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan lalu. Penguatan ini menjadi sinyal kuat bahwa investor masih memilih aset aman di tengah fluktuasi pasar.

Tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak perdagangan hari Jumat (20/2/2026) yang lalu. Saat itu, harga emas mengalami lonjakan signifikan hingga lebih dari 1% dalam satu hari perdagangan. Momentum positif tersebut terus terjaga hingga memasuki pembukaan pasar pada hari Senin ini.

Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan ini adalah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang kurang memuaskan. Angka Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam dilaporkan lebih rendah daripada ekspektasi yang ditetapkan oleh para pelaku pasar. Hal ini memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara adidaya tersebut.

Selain data PDB, sentimen mengenai kebijakan tarif global Amerika Serikat juga memainkan peran krusial dalam pergerakan harga. Ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar cenderung menghindari risiko pada instrumen investasi yang lebih agresif. Alhasil, emas kembali menjadi primadona sebagai instrumen pelindung nilai atau safe haven.

Situasi ekonomi di Washington saat ini sedang dipantau ketat oleh para analis keuangan di seluruh dunia. Pelemahan data ekonomi domestik AS memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar mata uang dolar. Kondisi pelemahan dolar secara langsung memberikan keuntungan bagi harga komoditas yang dipatok dengan mata uang tersebut.

Dengan posisi harga yang menyentuh angka US$ 5.158, pasar memprediksi volatilitas masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pengumuman kebijakan ekonomi terbaru dari otoritas Amerika Serikat. Dinamika politik global dipastikan akan terus menjadi motor penggerak utama bagi harga logam mulia.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2969832/harga-emas-senin-23-februari-sentuh-us-5158-ditopang-sentimen-tarif