Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, baru-baru ini membagikan sisi personal kehidupannya yang jarang diketahui oleh publik. Penyerang andalan Inter Miami tersebut mengungkapkan sebuah penyesalan mendalam terkait masa mudanya yang kini cukup membebani. Pengakuan ini muncul di tengah upayanya menjalani karier profesional dan kehidupan baru di Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Messi mengakui bahwa keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya saat ini. Ia merasa seharusnya bisa memanfaatkan waktu luang di masa lalu untuk mempelajari bahasa internasional tersebut secara lebih serius. Kini, dampak dari keputusan masa kecilnya itu mulai terasa nyata dalam interaksi sosialnya sehari-hari.

Pernyataan emosional ini disampaikan langsung oleh pemain berjuluk La Pulga tersebut saat menjadi tamu dalam podcast asal Meksiko bertajuk Miro de Atras. Messi menjelaskan bahwa penguasaan bahasa yang minim cukup menghambatnya dalam membangun relasi yang lebih luas dengan orang-orang di sekitarnya. Padahal, lingkungan tempat tinggalnya saat ini sangat menuntut kemampuan komunikasi verbal yang mumpuni. "Saya menyesali banyak hal. (Salah satunya) tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar bahasa Inggris dan saya tidak melakukannya. Saya sangat menyesalinya," ujar Messi dalam sesi wawancara tersebut untuk menggambarkan kekecewaannya pada diri sendiri.

Kesulitan berkomunikasi ini ternyata membawa pengaruh signifikan terhadap kenyamanan kehidupan sosial Messi di luar lapangan hijau. Ia merasa ada jarak yang tercipta ketika harus berinteraksi dengan masyarakat lokal yang mayoritas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Meskipun prestasinya di lapangan sangat luar biasa, kendala bahasa tetap menjadi ganjalan dalam dinamika kehidupan pribadinya.

Sejak bergabung dengan Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS), sorotan terhadap kemampuan bahasa Messi memang terus meningkat secara drastis. Publik dan media sering kali memperhatikan bagaimana ia berkomunikasi dengan rekan setim maupun staf klub yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Meskipun ia terus berusaha beradaptasi, rasa sesal karena tidak belajar sejak dini tetap membekas kuat dalam benaknya.

Kisah Messi ini menjadi pengingat pentingnya penguasaan bahasa asing bagi setiap individu, terutama atlet profesional yang berkarier di mancanegara. Meskipun sudah meraih segalanya di dunia sepak bola, aspek komunikasi tetap menjadi hal vital yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Penyesalan sang legenda hidup ini kini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda di seluruh penjuru dunia.

Sumber: Sport.detik

https://sport.detik.com/sepakbola/gila-bola/d-8372876/penyesalan-lionel-messi