PORTAL7.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengambil langkah evakuasi intensif menyusul peristiwa tragis tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di area Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB, dan memicu respons cepat dari otoritas transportasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Fokus utama penanganan darurat adalah memprioritaskan keselamatan seluruh korban yang terdampak langsung dari insiden tabrakan tersebut.

Koordinasi antarlembaga terus diperkuat oleh Kemenhub demi menjamin bahwa setiap tahapan evakuasi dilaksanakan dengan mengikuti standar keselamatan transportasi nasional yang berlaku. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko lanjutan selama proses penyelamatan dan penanganan.

Dudy Purwagandhi menekankan komitmen pemerintah dalam penanganan korban kecelakaan tersebut. "Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Money.

Saat ini, pemerintah masih terus melakukan pendataan mendetail mengenai jumlah pasti korban yang terlibat dalam insiden tabrakan tersebut seiring dengan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah berjanji akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Menteri Perhubungan kembali menegaskan pentingnya kerja sama dalam penanganan pasca-kejadian. "Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan optimal," kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Selain fokus pada korban, Kemenhub memberikan dukungan penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi mendalam guna mengungkap akar penyebab pasti dari kecelakaan ini. Pemerintah juga mengutamakan pemulihan lintasan rel sebelum hasil investigasi resmi dirilis.

Menurut keterangan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, gangguan operasional ini terjadi di KM 28+920. Insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) yang menabrak PLB 5568A (CL KPB–CKR).

Manajemen PT KAI telah mengambil langkah pengamanan darurat di titik kejadian, melibatkan pihak kepolisian dalam proses evakuasi rangkaian kereta yang terlibat. "Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian," ujar Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.