PORTAL7.CO.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini meningkatkan intensitas upaya penjaringan data guru di seluruh Indonesia yang belum tersertifikasi pendidik. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pemerataan kualitas pengajaran di tanah air.

Langkah konkret ini bertujuan utama untuk memfasilitasi para pendidik tersebut agar dapat segera mengakses program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu. Pemerintah berupaya menutup kesenjangan sertifikasi di sektor pendidikan nasional.

Proses identifikasi dan pengumpulan data dilaksanakan secara sistematis oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Tahapan ini dilakukan setelah dilakukan verifikasi menyeluruh terhadap database guru yang tercatat aktif mengajar.

Verifikasi data ini mencakup cakupan yang sangat luas, meliputi semua jenjang sekolah yang terdaftar dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional. Baik sekolah negeri maupun swasta menjadi objek pendataan dalam proses ini.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pengajar secara terstruktur. Ini adalah bagian dari reformasi sistem pendidikan berkelanjutan.

Pemerintah berharap melalui pendataan yang akurat ini, tidak ada lagi guru yang tertinggal dalam memenuhi standar kualifikasi profesional yang ditetapkan oleh negara. Sertifikasi adalah kunci profesionalisme guru.

Dirjen GTK memastikan bahwa setiap guru yang ditemukan aktif mengajar namun belum memiliki Sertifikat Pendidik akan didata secara cermat. Data ini menjadi dasar penentuan kuota dan jadwal pelaksanaan PPG mendatang.

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan para guru tersebut dapat segera mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai tujuan utama penjaringan data ini.

Fokus pada guru yang aktif mengajar menunjukkan prioritas pemerintah adalah pada peningkatan kapasitas mereka yang saat ini sudah berada di garis depan proses belajar mengajar di kelas. Ini adalah investasi SDM pendidikan.