JAKARTA - PAM Jaya terus berupaya mengejar target cakupan layanan air bersih sebesar 100 persen bagi seluruh warga Jakarta. Untuk mencapai sasaran tersebut, perusahaan daerah ini memberikan berbagai kemudahan bagi calon pelanggan dalam proses pendaftaran sambungan baru.
Senior Manager Regional Selatan dan Pusat PAM Jaya, Rizal Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya siap menerapkan strategi "jemput bola" untuk membantu warga yang ingin menjadi pelanggan. Hal ini disampaikannya dalam acara Dialog Warga yang diselenggarakan Komunitas Warga Jakarta (Komwaja) di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
Rizal menyebutkan, syarat pendaftaran cukup sederhana. Calon pelanggan hanya perlu menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sesuai dengan domisili agar distribusi air tepat sasaran. "Bahkan jika ada warga yang kesulitan menyiapkan dokumen tersebut, kami akan bantu dampingi di kantor kelurahan," ujar Rizal.
Selain pendaftaran secara langsung (offline), PAM Jaya juga menyediakan layanan pendaftaran daring melalui situs resmi perusahaan. Calon pelanggan cukup mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang diperlukan untuk kemudian diverifikasi dan disurvei oleh petugas lapangan.
Terkait biaya, Rizal menegaskan bahwa tarif yang diberlakukan sangat terjangkau. Untuk bangunan dengan luas di bawah 70 meter persegi, biaya digratiskan. Bagi kalangan menengah ke bawah dengan luas bangunan di bawah 100 meter persegi, tarif dipatok sebesar Rp1 per liter. Sementara untuk bangunan di atas 100 meter persegi, tarifnya adalah Rp35 per liter.
Langkah ini mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. Ia menyatakan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi seiring transformasi Jakarta menjadi kota global. "Legislatif akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat, salah satunya adalah pemenuhan akses air bersih," tegas Wibi.
Tasikmalaya Darurat Kesehatan: Pemerintah Resmi Tetapkan Status KLB Imbas Lonjakan Kasus Campak
Di sisi lain, aktivis Jakarta, Dedy Jaya Saputra, mengingatkan PAM Jaya untuk turut meningkatkan kapasitas suplai air seiring dengan penambahan pelanggan. Menurutnya, kapasitas saat ini yang berada di angka 30 ribu liter per detik perlu ditingkatkan hingga dua kali lipat untuk menjamin kelancaran distribusi ke seluruh warga dan gedung bertingkat.
Ketua Komwaja, Anwar Sjani, berharap melalui dialog kolaboratif ini, segala kendala administratif maupun pertanyaan warga mengenai biaya dapat terjawab. Dengan demikian, pelayanan air bersih di Ibu Kota diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan merata.