PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendalami kasus dugaan praktik jual beli jabatan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemda setempat. Investigasi ini menjadi fokus utama untuk memastikan integritas birokrasi di wilayah tersebut.

Hingga Kamis, 9 April 2026, jumlah ASN yang telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Inspektorat mengalami peningkatan signifikan. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya yang hanya 12 orang menjadi total 14 orang.

Peningkatan jumlah saksi ini mengindikasikan bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh aparat pengawas internal pemerintah semakin mengerucut pada temuan-temuan yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Proses ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bogor dalam menelusuri isu sensitif tersebut.

Proses investigasi yang sedang berjalan saat ini telah memasuki fase krusial dalam pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi. Fokus utama saat ini adalah memvalidasi informasi yang telah terkumpul dari berbagai pihak terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan keterangan mengenai tahapan terkini dari proses pemeriksaan tersebut. Beliau menegaskan bahwa penelusuran masih terus dilakukan secara intensif.

"Proses investigasi masih berlangsung dan kini memasuki tahap pencocokan keterangan antar saksi untuk memastikan keakuratan informasi," ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Pencocokan keterangan ini dilakukan untuk membangun sebuah peta kasus yang utuh dan akurat sebelum menentukan langkah hukum atau administratif lebih lanjut. Hal ini penting guna menghindari kesalahan dalam pengambilan kesimpulan.

Dilansir dari bogorplus.id, penambahan dua orang saksi dalam kurun waktu singkat menunjukkan dinamika perkembangan kasus yang cepat. Inspektorat bekerja keras untuk menyelesaikan proses klarifikasi ini secepat mungkin.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem meritokrasi dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Bogor. Semua pihak menunggu hasil final dari investigasi ini.