Inara Rusli akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi yang menjadikannya istri kedua. Ia menegaskan dirinya tidak mengetahui bahwa Insanul masih terikat dalam pernikahan sah saat mereka melangsungkan akad. Mantan istri Virgoun ini menolak keras label perebut laki orang (pelakor) yang kini disematkan kepadanya.
Inara mengakui bahwa pernikahannya dengan Insanul Fahmi membuat dirinya menjadi 'madu' dari Wardatina Mawa, istri sah Insanul. Namun, ia bersikeras bahwa fakta mengenai status Insanul yang telah beristri baru terkuak setelah pernikahan siri mereka terbongkar ke publik. Ia mengklaim dirinya telah menjadi korban ketidakjujuran karena tidak diberi tahu status suaminya yang sebenarnya sejak awal hubungan.
Pernikahan siri yang dilakukan Inara dan Insanul Fahmi telah menarik perhatian publik secara luas dan memicu perdebatan sengit. Kontroversi ini mencuat setelah status Insanul sebagai suami sah Wardatina Mawa terungkap di media sosial. Inara menjelaskan bahwa kerahasiaan status Insanul inilah yang menjadi akar masalah yang membuat dirinya dituduh sebagai pihak ketiga perusak rumah tangga.
Dalam keterangannya, Inara merasa sangat dirugikan atas situasi yang terjadi karena ia merasa ditipu. Ia menekankan bahwa ia tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk menjadi orang ketiga dalam rumah tangga siapa pun. Inara menyatakan tidak akan pernah melanjutkan hubungan jika sejak awal Insanul jujur mengenai status pernikahannya yang masih berjalan.
Tudingan sebagai pelakor memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap citra publik Inara Rusli di mata masyarakat. Ia harus menghadapi kritik keras dan stigma negatif dari warganet serta pihak-pihak yang bersimpati kepada istri pertama. Oleh karena itu, klarifikasi ini dilayangkan sebagai upaya serius untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui.
Setelah fakta mengenai status pernikahan Insanul Fahmi terungkap, posisi pernikahan siri tersebut kini dipertanyakan kembali oleh berbagai pihak. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil Inara pasca mengetahui kebenaran tersebut. Situasi ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dan kejujuran dalam menjalani hubungan, terutama yang melibatkan pernikahan kedua.
Secara keseluruhan, Inara Rusli menegaskan bahwa ia bukan pelaku yang berniat merusak, melainkan korban dari ketidakjujuran pasangannya. Ia berharap publik dapat melihat situasi ini dari sudut pandangnya sebagai seseorang yang tidak diberi informasi lengkap sejak awal. Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi liar yang berkembang di masyarakat terkait statusnya sebagai istri kedua.