PORTAL7.CO.ID - Hongkong Land Holdings berhasil membukukan laba bersih sebesar US$1,26 miliar sepanjang tahun fiskal 2025. Angka ini menunjukkan pemulihan tajam dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perusahaan sempat mencatat kerugian bersih senilai US$1,39 juta.

Kinerja impresif ini terutama ditopang oleh keberhasilan perusahaan dalam melakukan aksi divestasi aset strategis serta kenaikan signifikan pada nilai wajar properti yang dimiliki. Namun, laba operasional inti perusahaan justru mengalami sedikit kontraksi.

Laba operasional inti Hongkong Land tercatat turun sebesar 8 persen menjadi US$458 juta pada periode yang sama. Penurunan ini disebabkan oleh adanya koreksi harga sewa pada portofolio properti perkantoran mereka di wilayah Hong Kong.

Berbanding terbalik dengan Hong Kong, sektor perkantoran di Singapura menunjukkan performa yang sangat solid. Tingkat keterisian (okupansi) properti di Singapura hampir mencapai kapasitas penuh, memberikan kontribusi positif bagi kinerja grup properti tersebut.

Strategi daur ulang modal berjalan sangat efektif, di mana Grup telah merealisasikan dana sebesar US$3,6 miliar. Pencapaian ini sudah mencapai 90 persen dari target ambisius yang ditetapkan perusahaan untuk tahun 2027, termasuk penjualan MCL Land senilai S$738,7 juta, dilansir dari Yahoo Finance, Business Times, dan EdgeProp.

Chief Financial Officer Craig Beattie menegaskan bahwa strategi ini telah memberikan fleksibilitas finansial yang besar bagi perusahaan. "Perusahaan kini memiliki ruang neraca yang luas untuk investasi baru setelah berhasil memangkas utang bersih sebesar 30 persen melalui strategi daur ulang modal tersebut," ujar Craig Beattie.

Sebagai langkah konkret di Singapura, perusahaan meluncurkan Singapore Central Private Real Estate Fund (SCPREF), dengan aset kelolaan awal yang mencapai US$6,4 miliar. Dana ini akan difokuskan pada investasi properti komersial premium yang telah mengantongi sertifikasi ramah lingkungan.

Aset premium yang dimasukkan ke dalam dana baru ini meliputi kepemilikan signifikan di One Raffles Quay, Marina Bay Financial Centre, One Raffles Link, dan Asia Square Tower 1, mencakup total luas sewa mencapai 2,6 juta kaki persegi.

CEO Michael Smith menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan tonggak penting bagi perjalanan korporasi Hongkong Land. "Fokus saat ini adalah menciptakan nilai bagi pemegang saham melalui alokasi modal pada proyek-proyek terintegrasi di kota-kota gerbang Asia," kata Michael Smith.