PORTAL7.CO.ID - Produsen otomotif asal China, GAC AION, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasarnya di Indonesia. Langkah ini mencakup pengenalan lini kendaraan baru yang tidak hanya terbatas pada mobil listrik murni (EV), tetapi juga mencakup model bermesin konvensional (ICE) dan Plug-in Hybrid (PHEV).

Keputusan diversifikasi ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pasar otomotif nasional yang masih didominasi oleh kendaraan berbahan bakar bensin. GAC AION melihat pentingnya mengakomodasi preferensi konsumen domestik yang masih besar terhadap teknologi mesin konvensional.

Hal ini dikonfirmasi oleh CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, yang menyatakan bahwa penggunaan logo GAC secara spesifik menandakan komitmen perusahaan untuk membawa berbagai teknologi kendaraan, bukan hanya elektrifikasi semata.

"Dengan adanya logo GAC berarti kita akan bawa mobil tidak hanya teknologi EV," ujar Andry Ciu saat ditemui di Guangzhou, China.

Andry Ciu menjelaskan bahwa landasan utama strategi ini adalah data penjualan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Data tersebut menunjukkan bahwa segmen kendaraan ICE masih memegang porsi penjualan terbesar di pasar Indonesia saat ini.

"Kalau ICE tertarik (untuk diperkenalkan di Indonesia)? Tidak bisa dipungkiri sebenarnya kalau ditanya tertarik apa nggak tertarik. Secara data Gaikindo, kendaraan ICE itu pemegang porsi paling besar. Jadi akan dibawa (diperkenalkan di Indonesia)," tegas Andry Ciu.

Selain variasi jenis mesin, GAC AION juga mengisyaratkan kesiapan untuk meluncurkan model Multi Purpose Vehicle (MPV) baru di pasar domestik. Model MPV ini dipersiapkan untuk melengkapi portofolio produk yang sebelumnya telah menjalani proses pengujian di Indonesia.

Terkait rencana peluncuran produk baru tersebut, Andry Ciu memberikan sedikit bocoran dengan nada bercanda mengenai kesiapan model MPV. "Produk baru? Ya, MPV ada. Kan saya sudah pernah spill kalau yang MPV. Kalau yang lain beberapa unitnya akan bapak coba besok. Tapi yang mana ya yang akan dibawa? Karena yang dites kan akan banyak," candanya.

Mengenai teknologi PHEV, perusahaan saat ini sedang melakukan studi pasar yang mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan spesifikasi produk yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna di Indonesia.