PORTAL7.CO.ID - C.D. Leganés tengah bersiap menghadapi laga krusial melawan Real Zaragoza pada jornada ke-33 LaLiga Hypermotion. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ontime Butarque pada Kamis, 2 April 2026, di mana tuan rumah mengincar poin penuh guna memperkuat posisi mereka di klasemen.
Pelatih kepala C.D. Leganés, Igor Oca, menyoroti betapa pentingnya faktor psikologis dan atmosfer stadion dalam laga ini. Ia menilai bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan energi tambahan yang tidak dimiliki tim lawan saat bertandang.
"Dukungan suporter akan sangat vital untuk memompa semangat tim dalam menghadapi tantangan berat, dan hal tersebut dapat menjadi pembeda di lapangan," ujar Igor Oca dalam konferensi pers yang dilansir dari cdleganes.com.
Mengenai kondisi skuad, Leganés mendapatkan suntikan tenaga dengan kembalinya beberapa pemain kunci. Figueredo dipastikan kembali tersedia, sementara Roberto sudah memasuki fase akhir pemulihan, dan Cissé dinyatakan siap tempur setelah membela tim nasional.
"Pihak klub telah berkoordinasi dengan federasi pemain guna memastikan kehadiran Cissé pada pertandingan penting ini agar ia bisa segera bergabung kembali dengan tim," kata Igor Oca menjelaskan situasi pemainnya.
Meskipun harus menghadapi jadwal padat dengan dua pertandingan dalam kurun waktu kurang dari 72 jam, Oca menegaskan timnya tidak akan kehilangan fokus. Perhatian utama saat ini sepenuhnya tertuju pada Zaragoza sebelum memikirkan laga berikutnya melawan Almería.
"Menjelang akhir musim, tekanan mental menjadi aspek yang sangat fundamental bagi performa tim, bahkan pengaruhnya melebihi kondisi fisik para pemain di lapangan," ungkap Igor Oca mengenai kesiapan mental anak asuhnya.
Di sisi lain, Real Zaragoza datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih hasil positif dalam beberapa laga terakhir. Tim tamu tercatat berhasil mengumpulkan sembilan poin dari empat pertandingan serta menunjukkan pertahanan yang solid dengan tiga catatan nirbobol.
"Zaragoza kini merasa lebih percaya diri untuk menjauhi zona degradasi, di mana mereka cenderung menunggu kesempatan untuk melakukan transisi serangan balik yang mematikan," jelas Igor Oca saat menganalisis kekuatan lawan.