PORTAL7.CO.ID - Tim Nasional Thailand bersiap melakoni pertandingan krusial dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Turkmenistan. Duel hidup mati ini dijadwalkan tersaji di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
Saat ini, Skuad Gajah Perang berada di posisi kedua klasemen sementara Grup D dengan total koleksi 12 poin. Poin tersebut identik dengan Turkmenistan yang saat ini masih memimpin klasemen grup.
Kemenangan dalam laga kandang ini menjadi syarat mutlak bagi Thailand untuk bisa mengunci gelar juara grup. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, hanya juara grup yang berhak mendapatkan jaminan lolos otomatis ke putaran final Piala Asia 2027.
Meskipun Turkmenistan berada di peringkat ke-137 FIFA, Pelatih Thailand, Anthony Hudson, tetap memandang lawan dengan kewaspadaan tinggi. Thailand sendiri saat ini menempati peringkat ke-96 dalam peringkat dunia FIFA.
Anthony Hudson mengungkapkan bahwa persiapan timnya berjalan dengan sangat baik menuju pertandingan penting tersebut. "Persiapannya sangat baik sejauh ini. Para pemain telah merespons dengan sangat baik terhadap persiapan," ungkap Anthony Hudson dilansir dari media sosial resmi Timnas Thailand pada Senin, 30 Maret 2026.
Lebih lanjut, sang pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap potensi dan strategi permainan tim tamu. Ia diketahui telah mempelajari rekaman pertandingan Turkmenistan dalam kurun waktu sepuluh hingga sebelas laga terakhir mereka.
Hudson menegaskan bahwa pemahaman timnya terhadap cara bermain lawan sudah cukup komprehensif. "Secara taktik, saya menonton pertandingan dari Turkmenistan dalam segala hal. Saya yakin tim dan para pemain memiliki pemahaman cukup dalam cara bermain, serta apa kekuatan dan kelemahan mereka," ujar Hudson.
Lini serang Thailand justru menghadapi tantangan signifikan menjelang laga penentuan ini. Penyerang muda Yotsakorn Burapha dipastikan absen karena mengalami cedera tendonitis lutut saat sesi latihan tim nasional.
Kondisi ini diperparah dengan kabar bahwa Teerasil Dangda, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF, juga dipastikan tidak dapat pulih tepat waktu dari masalah cederanya. Hal ini memaksa adanya perubahan taktis dari kubu pelatih.