PORTAL7.CO.ID - PSSI secara resmi menyatakan kecaman keras terhadap dugaan tindakan kekerasan seksual yang menimpa sejumlah atlet nasional baru-baru ini. Kasus yang melibatkan atlet dari cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing ini dinilai telah menodai integritas serta sportivitas dalam ekosistem olahraga tanah air.

Dilansir dari Bola, federasi menilai bahwa insiden tersebut membawa dampak psikologis yang sangat mendalam bagi para korban. Selain merugikan individu, peristiwa ini juga menimbulkan keprihatinan luas karena para atlet merupakan sosok yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

PSSI mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak boleh diberikan ruang sedikit pun dalam dunia olahraga nasional.

"PSSI sangat menyayangkan kekerasan seksual yang menimpa atlet kita. Olahraga dibangun di atas nilai sportivitas, rasa saling menghormati, dan integritas. Kekerasan seksual jelas merupakan tindakan yang mencederai nilai-nilai tersebut dan tidak boleh mendapat tempat dalam ekosistem olahraga," tegas Yunus Nusi.

Sebagai langkah solusi praktis, PSSI memberikan apresiasi tinggi terhadap respon cepat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam melindungi korban. Kehadiran layanan pengaduan khusus atlet dianggap sebagai instrumen krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

"Kita berterima kasih kepada Bapak Menpora karena terus mengawal kasus ini dan melakukan langkah cepat untuk membuka pengaduan atlet. Dengan perhatian yang ditunjukkan Menpora, maka kita harap setiap cabang olahraga juga fokus menjaga keamanan para atletnya sehingga kasus seperti ini tak terulang," ujar Yunus.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono menekankan pentingnya membangun lingkungan latihan yang kondusif. Baginya, jaminan keamanan adalah syarat mutlak agar para atlet dapat fokus mengasah kemampuan mereka tanpa rasa khawatir.

"Atlet adalah kebanggaan bangsa yang harus kita jaga dan lindungi. Mereka berhak berlatih, bertanding, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, bukan malah menjadi ruang yang menimbulkan trauma," tegas Vivin.

Vivin juga menuntut adanya penegakan hukum yang tegas dan hukuman berat bagi pelaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ketegasan ini diperlukan untuk memberikan pesan kuat bahwa keselamatan pejuang prestasi negara adalah prioritas utama.