JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan kembali melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran negara pada tahun 2026. Setelah pada 2025 pemerintah melakukan pengetatan fiskal hingga sekitar Rp750 triliun yang menyasar belanja kementerian/lembaga serta transfer ke daerah, langkah penghematan itu dinilai belum akan berhenti.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut sinyal efisiensi anggaran sudah jelas terlihat dalam pidato pendahuluan Presiden saat menyampaikan RUU APBN 2026 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
“Presiden Prabowo sudah menyampaikan sinyal kuat bahwa efisiensi anggaran akan kembali dilakukan pada 2026,” ujar Uchok Sky, Selasa (20/1/2026).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, CBA memprediksi arah pemangkasan anggaran kali ini tidak lagi berfokus pada belanja kementerian dan lembaga negara. Sebaliknya, efisiensi berpotensi menyasar pos anggaran yang langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Subsidi dinilai menjadi sektor paling rawan dipotong. Pada 2026, anggaran subsidi diproyeksikan mencapai Rp318,8 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari subsidi energi senilai Rp210,1 triliun.
“Terjadi kenaikan anggaran subsidi energi dari 2025 ke 2026 sebesar Rp26,2 triliun. Ini yang kemungkinan besar akan dijadikan dasar untuk melakukan pemotongan,” jelas Uchok Sky.
Dampak langsung dari pemangkasan subsidi energi hampir pasti dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, khususnya Pertalite. Saat ini harga Pertalite berada di kisaran Rp10.000 per liter dan berpotensi naik.
“Kalau subsidi energi dipotong, maka harga Pertalite satu liter Rp10.000 bisa dinaikkan sesuai dengan selera pemerintah,” tegasnya.
CBA juga memperkirakan waktu kenaikan harga BBM bersubsidi akan sangat bergantung pada situasi sosial dan keberanian politik pemerintah. “Kenaikan harga Pertalite kemungkinan terjadi sebelum Lebaran atau setelah Lebaran tahun ini. Semuanya tergantung kondisi masyarakat dan keberanian pemerintah sendiri,” kata Uchok Sky.