PORTAL7.CO.ID - Mantan bek legendaris Italia dan Inter Milan, Beppe Bergomi, membagikan pandangannya mengenai suasana internal tim nasional Italia menjelang pertandingan penting melawan Bosnia-Herzegovina. Pertandingan ini merupakan babak final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sangat menentukan nasib Gli Azzurri.
Laga krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Bilino Polje di Zenica pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 20.45 waktu setempat. Bergomi merasakan adanya perubahan signifikan dalam atmosfer tim menjelang duel tandang tersebut.
Dilansir dari Goal.com, Bergomi menyatakan bahwa tekanan dan rasa kecewa akibat hasil kurang memuaskan sebelumnya kini mulai terkikis. Menurutnya, fokus tim kini beralih pada potensi kemenangan di kandang Bosnia.
"Suasana kekecewaan karena gagal menang sudah terasa saat melawan Irlandia Utara. Kini giliran Bosnia yang bisa dikalahkan," ujar sosok yang dikenal dengan julukan "lo Zio" tersebut saat berbincang dengan Tuttosport.
Bergomi menyoroti peran krusial Sandro Tonali, yang dinilainya telah berhasil bangkit dari periode sulit. Gol yang dicetak oleh gelandang tersebut dianggap sebagai momen penting dalam melepaskan beban mental tim.
"Ketika Tonali mencetak gol, saya berkata 'akhirnya'. Gol itu seperti pelepasan karena saya melihat permainan buruk di babak pertama. Terasa ada ketakutan bahwa kami tidak akan berhasil," kata Bergomi mengenai momen gol Tonali.
Terkait taktik lini serang, Bergomi memberikan saran kepada pelatih Gennaro Gattuso untuk memberikan kepercayaan lebih kepada talenta muda. Ia secara khusus merekomendasikan Pio Esposito untuk meningkatkan kualitas serangan tim.
"Pio adalah pemain yang langsung bersemangat begitu masuk ke lapangan. Dia mampu meningkatkan performa seluruh lini serang. Saya rasa dia sangat matang dan bisa sangat berguna bagi tim ini," tutur pemenang Piala Dunia 1982 tersebut.
Bergomi lebih memilih Italia menghadapi Bosnia daripada Wales di babak playoff ini. Ia menilai bahwa keunggulan teknis individu Italia akan lebih bersinar melawan Bosnia dibandingkan duel fisik melawan Wales.