Sering kali kita jumpai anggapan keliru bahwa tugas ayah hanyalah mencari nafkah lahiriah semata tanpa terlibat dalam urusan domestik. Padahal, Al-Qur'an menempatkan sosok ayah sebagai tokoh sentral dalam proses pengasuhan dan pendidikan karakter anak sejak dini. Kehadiran ayah secara fisik, spiritual, dan psikologis sangat menentukan masa depan serta keselamatan generasi penerus bangsa.
Islam memberikan keteladanan melalui kisah para ayah hebat seperti Luqman Al-Hakim, Ibrahim, Yaqub, dan Imron yang diabadikan dalam kitab suci. Mereka tidak hanya memberikan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam membangun fondasi iman dan akhlak mulia pada anak-anaknya. Seorang ayah sejati tidak akan merasa malu untuk melakukan tugas pengasuhan demi membangun kedekatan emosional dengan sang buah hati.
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ. وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
Terjemahan: Barangsiapa mengurus dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku. Beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim)
Motivator parenting Randy Ariyanto menekankan bahwa ayah yang abai dalam pengasuhan berisiko menjadi sosok yang durhaka kepada keluarganya sendiri. Anak-anak sangat membutuhkan nutrisi psikologis dari ayahnya agar mereka merasa nyaman, tentram, dan bahagia dalam lingkungan rumah tangga. Tanpa keterlibatan aktif sang ayah, anak-anak mungkin akan kehilangan arah dan mencari figur lain yang belum tentu membawa dampak positif.
Penerapan peran ini dapat dimulai dengan aktivitas sederhana seperti bermain bersama, bercerita sebelum tidur, atau mengajak anak melangkah ke masjid. Ayah harus mampu memposisikan diri sebagai sahabat sekaligus pendidik yang tegas dalam menegakkan kewajiban ibadah shalat lima waktu. Kedekatan hati yang dibangun melalui interaksi harian akan memudahkan ayah dalam menanamkan nilai-nilai kemandirian dan karakter Islami yang kuat.
Kesimpulannya, peran ayah dalam keluarga bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama yang menentukan keselamatan anggota keluarga di dunia dan akhirat. Mari ambil tanggung jawab besar ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan demi meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jadilah solusi bagi masa depan keluarga dengan hadir seutuhnya dalam setiap fase tumbuh kembang anak-anak tercinta.