Penggunaan gawai yang berlebihan kini telah bertransformasi dari sekadar tren gaya hidup menjadi ancaman nyata bagi stabilitas emosional masyarakat. Ketergantungan pada layar digital sering kali membuat individu kehilangan kendali atas waktu dan interaksi sosial di dunia nyata.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dan arus informasi yang tiada henti dapat mengganggu ritme sirkadian serta fungsi kognitif otak. Kondisi ini memicu peningkatan hormon stres yang berdampak langsung pada ketidakstabilan suasana hati pengguna secara berkala.

Fenomena "Fear of Missing Out" atau FOMO menjadi salah satu pemicu utama mengapa seseorang sulit melepaskan diri dari perangkat elektronik mereka. Tekanan sosial untuk selalu tampil sempurna di media sosial memperburuk rasa rendah diri dan kecemasan interpersonal pada banyak individu.