PORTAL7.CO.ID - Legenda MotoGP, Valentino Rossi, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai kondisi terkini pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, yang dinilai sedang berada dalam fase penurunan performa. Rossi secara spesifik menyoroti bahwa Bagnaia terlihat kehilangan arah selama setahun terakhir mengendarai motor Desmosedici.

Salah satu faktor utama yang diindikasikan Rossi sebagai penyebabnya adalah dinamika internal tim Ducati menyusul kedatangan Marc Marquez. Kehadiran Marquez, yang langsung menunjukkan kecepatan tinggi, diyakini memberikan tekanan psikologis yang tidak mudah bagi Bagnaia.

Rossi mengungkapkan dampak mental dari persaingan internal tersebut. "Saya rasa ketika Marquez tiba di pit dan melaju secepat itu, secara fisiologis tak mudah," kata Rossi, sebagaimana dikutip dari Motosan pada Sabtu (14/3).

Selain isu tekanan rekan setim, Rossi juga mengidentifikasi masalah teknis yang dihadapi Bagnaia, terutama berkaitan dengan manajemen ban belakang motornya. Menurut pengamatannya, ban belakang Bagnaia menunjukkan tingkat keausan yang terlalu cepat.

Hal ini berdampak langsung pada performa sang pembalap di fase krusial balapan. Kondisi ini menyebabkan penurunan signifikan pada lap-lap penutup ketika ia seharusnya mempertahankan kecepatan.

Rossi menyimpulkan situasi Bagnaia saat ini dengan keprihatinan mendalam terhadap perubahan gaya balapnya. "Sayangnya Pecco saat ini sedikit kehilangan arah. Saat pengereman dan masuk tikungan, yang dulu menjadi kekuatannya, sekarang dia mengalami kesulitan," ujar Rossi.

Sebagai data pendukung, Bagnaia hanya mampu mengakhiri musim lalu di posisi kelima klasemen akhir, terpaut lebih dari 250 poin dari Marc Marquez yang meraih gelar juara dunia. Tren kurang menguntungkan ini tampaknya terus berlanjut pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, di mana ia hanya meraih posisi kesembilan. Kondisi ini, dilansir dari CNN Indonesia, menjadi perhatian serius bagi Rossi.

Rossi menambahkan bahwa Bagnaia dikenal sebagai pembalap yang sangat mengutamakan presisi dalam setiap gerakannya di lintasan. Gaya balapnya yang sangat bersih terkadang menjadi bumerang ketika menghadapi kendala seperti degradasi ban belakang yang cepat.

Berbeda dengan Bagnaia, Rossi menyoroti kemampuan Marquez untuk tetap kompetitif meskipun kondisi motor dirasa belum optimal. "Sementara itu, Marquez bisa melaju kencang bahkan saat segalanya terasa tidak sempurna," tambah Rossi, menekankan perbedaan pendekatan kedua pembalap tersebut.