PORTAL7.CO.ID - Bayern Munchen tengah mematangkan strategi untuk menghadapi Real Madrid dalam laga penentuan leg kedua perempat final Liga Champions pekan ini di Stadion Santiago Bernabeu. Meskipun berhasil mengamankan kemenangan 2-1 pada pertemuan pertama di Allianz Arena, skuad asuhan Thomas Tuchel enggan terlena.

Klub raksasa Jerman tersebut menyadari bahwa keunggulan agregat yang mereka miliki saat ini masih sangat rentan. Mereka harus tampil prima di markas Los Blancos, mengingat reputasi Madrid di kompetisi Eropa selalu berbeda saat berada di fase gugur.

Dilansir dari Bola, para pemain dan staf pelatih menekankan pentingnya menjaga konsentrasi penuh sepanjang 90 menit pertandingan. Fokus utama adalah meredam segala potensi kejutan yang mungkin dilancarkan oleh tuan rumah.

Gelandang veteran Bayern Munchen, Leon Goretzka, secara terbuka memberikan peringatan keras kepada rekan setimnya mengenai bahaya yang masih mengintai. Ia menegaskan bahwa Madrid tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya meskipun sedang tertinggal skor.

Mengenai potensi ancaman tersebut, Goretzka menyoroti kecepatan serangan lawan yang sangat disruptif. "Di leg pertama, Anda bisa melihat betapa cepat mereka menciptakan peluang," ujar Leon Goretzka, Gelandang Bayern Munchen.

Pemain kunci lainnya, Joshua Kimmich, menambahkan bahwa performa domestik Real Madrid tidak relevan sebagai tolok ukur kekuatan mereka di Liga Champions. Kimmich meyakini bahwa Madrid selalu mengalami metamorfosis performa ketika tampil di panggung tertinggi Eropa.

Direktur Olahraga klub, Max Eberl, juga ikut angkat bicara mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara percaya diri dan kewaspadaan ekstra. Ia mengingatkan seluruh elemen tim agar tidak larut dalam euforia kemenangan di leg pertama.

Eberl mengingatkan bahwa pekerjaan Bayern Munchen belum rampung karena sejarah mencatat bahwa Real Madrid memiliki kemampuan luar biasa untuk membalikkan keadaan. Bayern bertekad meraih hasil maksimal di Madrid untuk memastikan satu tempat di babak semifinal.

Kewaspadaan tingkat tinggi ini merupakan respons logis terhadap sejarah pertemuan kedua klub yang selalu menyajikan drama dan ketegangan hingga peluit akhir berbunyi.