PORTAL7.CO.ID - Kepastian mengenai absennya pelatih kepala Bayern Munich, Vincent Kompany, dalam laga krusial leg pertama semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) telah dikonfirmasi. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Parc des Princes pada Selasa, 28 April 2026.

Alasan utama Kompany tidak dapat berada di pinggir lapangan adalah karena ia telah mengumpulkan akumulasi tiga kartu kuning sepanjang kompetisi Liga Champions musim ini. Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Die Roten menjelang duel penting di ibu kota Prancis tersebut.

Sanksi resmi tersebut dijatuhkan setelah Kompany menerima kartu kuning ketiganya dalam pertandingan leg kedua babak perempat final saat Bayern Munich berhadapan dengan Real Madrid. Keputusan ini mengikat pelatih asal Belgia tersebut untuk tidak mendampingi timnya secara langsung.

Posisi Kompany di area teknis dan pinggir lapangan akan diisi oleh asisten pelatihnya, Aaron Danks. Danks akan bertanggung jawab penuh untuk memberikan instruksi taktis langsung kepada para pemain selama jalannya pertandingan yang sangat menentukan ini.

Dilansir dari Detik Sport, Kompany hanya diizinkan untuk menyaksikan jalannya pertandingan dari tribun penonton dan tidak diperbolehkan mengakses area lapangan atau ruang ganti selama masa hukuman berlangsung. Hal ini menunjukkan ketegasan aturan UEFA terkait akumulasi kartu kuning pelatih.

Meskipun ini merupakan kehilangan besar bagi Bayern, Kompany menunjukkan kepercayaan penuh terhadap staf kepelatihan yang tersisa. Ia menegaskan bahwa Danks dan tim sudah sangat siap untuk mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Mengenai peran Danks, Kompany menyampaikan apresiasinya dan keyakinannya terhadap kemampuan sang asisten. "Danksy (Aaron Danks) sudah berpengalaman; dia pernah menghabiskan waktu di pinggir lapangan di Inggris. Dia juga biasanya memainkan peran yang lebih vokal, baik dalam latihan maupun pertandingan. Saya memiliki kepercayaan 100% pada staf dan semua orang lainnya juga," ujar Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Kompany juga secara tegas menepis kemungkinan untuk meniru taktik ekstrem pelatih lain yang pernah dihukum, seperti Jose Mourinho yang menyembunyikan diri di keranjang cucian. Ia menegaskan bahwa ia tidak akan mencoba menyusup ke ruang ganti secara ilegal selama masa hukuman.

Mantan kapten Manchester City tersebut memberikan alasan humoris terkait ketidakmampuannya meniru aksi Mourinho tersebut. "Tinggi saya 1,92 meter, jadi sayangnya saya tidak muat di keranjang cucian mana pun," kata Kompany, Pelatih Bayern Munich.