Pemerintah Indonesia terus memperkuat sinergi perdagangan internasional dengan Amerika Serikat melalui skema The Agreement on Reciprocal Trade (ART). Langkah strategis ini dirancang untuk mempermudah akses masuk berbagai produk kesehatan berkualitas tinggi ke pasar domestik. Kebijakan tersebut mencakup distribusi obat-obatan hingga peralatan medis yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari otoritas terkait.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme kerja sama bilateral ini di Jakarta. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan US Food and Drug Administration (FDA) telah terjalin sangat erat. Sinergi kedua lembaga ini menjadi pondasi utama dalam menjamin mutu produk yang beredar.
Kerja sama teknis yang dilakukan oleh BPOM dan FDA mencakup berbagai aspek krusial dalam industri farmasi dan kesehatan. Fokus utama dari kemitraan ini adalah harmonisasi standar keamanan produk agar sesuai dengan kriteria internasional yang ketat. Selain itu, kedua negara juga aktif melakukan pertukaran informasi strategis terkait pengawasan produk di lapangan.
Sumber: Jabaronline