Langit sore itu tak lagi berwarna jingga, melainkan kelabu pekat yang seolah hendak menelan seluruh impian masa mudaku. Kabar duka yang datang tiba-tiba memaksa duniaku berhenti berputar sejenak, meninggalkan kehampaan yang menyesakkan dada.

Aku yang terbiasa hidup dalam lindungan sayap orang tua, mendadak harus berdiri tegak di tengah badai tanpa payung. Tanggung jawab yang selama ini terasa jauh, kini hinggap di pundakku dengan beban yang tak terlukiskan.

Setiap malam, aku bergelut dengan sunyi dan tumpukan tagihan yang menanti untuk diselesaikan dengan sisa tabungan yang menipis. Air mata bukan lagi pelarian, melainkan saksi bisu betapa kerasnya dunia menempa mentalku menjadi baja.

Sumber: Jabaronline