Niat menempati kedudukan yang sangat fundamental dalam setiap aktivitas seorang Muslim di dunia ini. Ia bukan sekadar ucapan lisan sebelum memulai ibadah, melainkan poros utama yang menentukan nilai sebuah perbuatan. Tanpa niat yang benar, amal yang terlihat besar di mata manusia bisa jadi tidak bernilai sedikit pun di hadapan Allah.

Dalam tinjauan hukum Islam, niat berfungsi sebagai pembeda antara rutinitas biasa dengan ibadah yang bernilai pahala. Para ulama menjelaskan bahwa validitas atau *sihhah* suatu perbuatan sangat bergantung pada motivasi internal yang ada di dalam hati. Hal ini mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari ibadah mahdhah hingga aktivitas muamalah yang kita lakukan sehari-hari.

Landasan utama mengenai pentingnya motivasi ini bersumber dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab.