Jagat digital saat ini sering kali menjadi arena perdebatan panas yang melupakan nilai-nilai kesantunan. Batas antara diskusi ilmiah dan caci maki menjadi semakin kabur akibat dominasi ego pribadi di ruang publik. Kita perlu menyadari bahwa memenangkan argumen bukanlah segalanya jika harus mengorbankan ikatan persaudaraan yang suci.
Perbedaan pendapat sebenarnya adalah sebuah keniscayaan dan rahmat dari Allah yang memperkaya perspektif hidup manusia. Namun, fenomena hari ini menunjukkan adanya krisis adab yang mendalam dalam berinteraksi dan bertukar pikiran. Sikap merasa paling benar sering kali menutup pintu hati untuk menghargai pemikiran orang lain secara objektif.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan panduan agung dalam berdakwah dan bertukar pikiran melalui petunjuk Al-Qur'an. Prinsip ini menekankan pentingnya hikmah dan tutur kata yang baik saat menghadapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Berikut adalah firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 125: