Hadis Jibril merupakan pondasi utama dalam ajaran Islam yang merangkum seluruh rukun agama dengan sangat komprehensif. Kedudukannya yang begitu mulia membuat para ulama sering menyebutnya sebagai Ummus Sunnah atau induk dari segala sunnah. Melalui dialog antara malaikat Jibril dan Rasulullah SAW, kita diajak menyelami hakikat keberagaman yang sejati dan paripurna.
Salah satu pilar yang paling esensial namun menantang untuk dicapai oleh setiap Muslim adalah maqam Ihsan. Secara bahasa, Ihsan bermakna menyempurnakan atau membaguskan setiap amal perbuatan yang kita lakukan dengan penuh ketelitian. Ia bukan sekadar formalitas lahiriah, melainkan sebuah kualitas batin yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta secara vertikal.
Terjemahan: Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu. (HR. Muslim)