Olahraga Indonesia kini berada di persimpangan jalan, menuntut adanya strategi pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utama harus bergeser dari prestasi instan menuju pembangunan pondasi atlet usia dini yang kokoh di seluruh daerah.
Salah satu fakta kunci adalah perlunya standardisasi kurikulum pelatihan yang diterapkan secara merata di tingkat provinsi. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kesenjangan kualitas antara pusat pelatihan di kota besar dan daerah terpencil.
Latar belakang reformasi ini didorong oleh inkonsistensi prestasi Indonesia di kancah internasional selama beberapa dekade terakhir. Pembinaan yang bersifat sporadis sering kali membuat regenerasi atlet top terhambat setelah berakhirnya satu generasi emas.