Menyeimbangkan ambisi karier dan stabilitas hubungan asmara kini menjadi tantangan utama bagi banyak profesional di kota besar. Fokus yang berlebihan pada salah satu aspek seringkali memicu ketegangan yang berdampak pada kesehatan mental individu tersebut.

Data menunjukkan bahwa komunikasi yang buruk akibat kelelahan bekerja menjadi penyebab utama keretakan hubungan pada pasangan usia produktif. Banyak pekerja menghabiskan waktu lebih dari delapan jam sehari untuk urusan kantor sehingga waktu berkualitas bersama pasangan berkurang drastis.

Fenomena ini semakin kompleks dengan adanya tuntutan konektivitas digital yang membuat batasan antara waktu pribadi dan pekerjaan menjadi kabur. Tekanan untuk terus berprestasi di lingkungan kerja sering kali memaksa seseorang mengesampingkan kebutuhan emosional pasangannya secara tidak sengaja.