Setiap anak lahir dengan potensi unik yang memerlukan kepekaan orang tua untuk dapat diidentifikasi secara tepat sejak usia dini. Mengenali bakat bukan sekadar melihat prestasi akademik, melainkan mengamati kecenderungan minat yang muncul secara alami.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa bakat sering kali muncul melalui aktivitas yang dilakukan anak secara berulang dengan rasa antusias tinggi. Konsistensi dalam menunjukkan ketertarikan pada bidang tertentu menjadi indikator kuat adanya potensi yang perlu dikembangkan.
Lingkungan keluarga memegang peranan krusial sebagai laboratorium pertama bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai jenis keterampilan dasar. Tanpa tekanan yang berlebihan, anak akan lebih bebas mengekspresikan kemampuan mereka dalam bidang seni, logika, maupun kinestetik.