Literasi finansial kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap individu dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Kemampuan mengelola arus kas dengan bijak menjadi benteng pertahanan utama untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga di masa mendatang.
Secara teknis, literasi keuangan mencakup pemahaman mendalam mengenai manajemen anggaran, tabungan, hingga instrumen investasi yang aman. Masyarakat yang teredukasi cenderung lebih mampu membedakan antara kebutuhan konsumtif dan prioritas jangka panjang yang produktif.
Fenomena maraknya penipuan berkedok investasi sering kali berakar pada rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap risiko dan imbal hasil. Edukasi yang konsisten diperlukan untuk membangun kesadaran kolektif agar tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan instan yang tidak logis.