Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan kini menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat Indonesia yang ingin menekan biaya transportasi harian. Keputusan memilih antara motor listrik atau motor konvensional sering kali didasarkan pada perhitungan total biaya kepemilikan jangka panjang.
Secara umum, harga beli awal motor listrik mungkin lebih tinggi, namun biaya operasional per kilometer jauh lebih murah dibandingkan motor bensin. Pengisian daya baterai hanya memerlukan biaya listrik yang sangat minim jika dibandingkan dengan harga bahan bakar minyak saat ini.
Dalam kurun waktu tiga tahun, pengeluaran rutin untuk servis berkala pada motor bensin cenderung lebih banyak karena melibatkan penggantian oli dan suku cadang mesin. Sebaliknya, motor listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit sehingga meminimalisir frekuensi perawatan ke bengkel resmi.