Kesejahteraan petani di tingkat regional masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan. Kondisi makmur akan tercapai saat nilai tukar petani mampu melampaui biaya produksi dan kebutuhan hidup sehari-hari secara konsisten.

Data lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditas saat masa panen seringkali menjadi kendala utama bagi stabilitas pendapatan masyarakat agraris. Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat peran koperasi untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan merugikan produsen.

Ketergantungan pada cuaca dan sistem pengairan yang belum merata di setiap wilayah menjadi tantangan fisik yang harus segera diatasi. Pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai merupakan fondasi dasar agar produktivitas lahan dapat terjaga sepanjang musim tanpa hambatan.