Media sosial kini menjadi lahan subur bagi para penipu yang memanfaatkan fitur iklan berbayar untuk menjerat korban. Modus operandi mereka semakin canggih, menargetkan pengguna yang mencari produk atau layanan teknologi dan otomotif dengan iming-iming fantastis.

Salah satu taktik utama adalah menawarkan barang elektronik atau suku cadang otomotif dengan harga diskon yang tidak wajar dan jauh di bawah harga pasar. Iklan-iklan ini seringkali mengarahkan korban ke laman web palsu yang sangat mirip dengan situs resmi toko atau distributor ternama.

Keberhasilan penipuan ini didukung oleh algoritma media sosial yang memungkinkan iklan palsu menyasar demografi spesifik secara presisi berdasarkan riwayat pencarian. Selain itu, penipu kini memanfaatkan teknologi visual canggih untuk menciptakan testimoni palsu atau video produk yang tampak sangat meyakinkan.