Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan momentum penting bagi masyarakat Tionghoa yang sarat akan nilai sejarah dan spiritualitas mendalam. Tradisi ini telah melintasi ribuan tahun peradaban untuk menjadi simbol pembaruan harapan serta rasa syukur atas berkah alam.
Secara etimologis, istilah Imlek berasal dari dialek Hokkien yang merujuk pada kalender bulan atau sistem penanggalan agraris kuno. Perhitungan ini didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi yang menentukan siklus musim tanam dan panen bagi para petani.
Legenda populer mengisahkan kemunculan makhluk mitologi bernama Nian yang kerap mengganggu penduduk desa pada ambang pergantian tahun. Masyarakat kemudian menggunakan warna merah dan suara bising dari petasan untuk mengusir monster tersebut demi keamanan bersama.