Perayaan Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa yang menyimpan sejarah panjang serta nilai-nilai luhur dari masa ke masa. Tradisi ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan simbol harapan baru dan penghormatan terhadap leluhur yang terus dijaga kelestariannya.
Asal-usul Imlek berakar dari legenda kuno tentang monster bernama Nian yang kerap muncul untuk mengganggu penduduk pada setiap awal musim semi. Masyarakat kemudian menggunakan warna merah dan suara bising dari petasan untuk menakuti makhluk tersebut hingga menjadi tradisi turun-temurun.
Dalam perspektif agraris, perayaan ini menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya masa bercocok tanam yang penuh dengan kesuburan. Para petani merayakan momen ini sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah serta doa untuk keberkahan di masa mendatang.