Perayaan Imlek memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan menjadi momen penting bagi masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh penjuru dunia. Tradisi ini tidak hanya sekadar pesta kembang api, melainkan simbol harapan baru serta penghormatan mendalam terhadap leluhur.

Berdasarkan catatan sejarah kuno, perayaan ini bermula dari festival musim semi yang bertujuan untuk mensyukuri hasil panen yang melimpah. Masyarakat pada masa itu melakukan berbagai ritual khusus demi memohon perlindungan dari gangguan makhluk mitologi yang dikenal sebagai Nian.

Di Indonesia sendiri, perjalanan sejarah Imlek sempat mengalami pasang surut yang sangat dipengaruhi oleh dinamika politik nasional. Namun, perayaan ini kini telah diakui secara resmi sebagai hari libur nasional yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.